Pers Pascareformasi: Meninjau Fungsi Kontrol Sosial dalam Masyarakat Demokratis

Sejauh mana pers berperan dalam demokrasi? Sebagian besar pakar jurnalisme meyakini bahwa pers berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi–penyeimbang antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif meski tak diakui secara formal. Thomas Jefferson, salah seorang founding fathers Amerika, pernah menyatakan bahwa kehadiran pers lebih penting dibandingkan ketiga pilar demokrasi lainnya. Menurut Jefferson, pers hadir sebagai representasi publik. Ia […]

Share

[Etika Komunikasi] Prasangka dalam Pembangunan Wacana: Tolikara, Pemberitaan Konflik, dan Kegaduhan Ruang Publik

Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah. -Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik Pers berfungsi sebagai pembangun wacana. Dari perannya itu, publik menemukan makna yang kemudian menjadi acuan nilai dalam kehidupan sehari-hari. Ia memberikan batasan-batasan kentara antara benar-salah (logika), baik-buruk (etika), dan […]

Share

[Etika Komunikasi] Media Overexposure: Pemberitaan Kejahatan Susila dan Identitas Korban

Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan. -Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik Siapa tak kenal Eka Mayasari? Sejak Mei lalu, perempuan berusia 27 tahun itu mendadak ramai dibicarakan dalam media konvensional maupun Daring. Eka meninggal secara mengenaskan–dan tampaknya, pemberitaan kejahatan memang yang paling […]

Share