#31 – The Declining Trust in News

What is news? I have learnt journalism independently for four years, yet I can never answer this question without the slightest bit of doubt. For media professionals, this question goes beyond textbook-based definitive thinking. It questions the line between news and other kinds of written text—something that is never been easy to define. It is […]

Share

#18 – Pendidikan Jurnalisme

Saya adalah orang yang setengah percaya pada ungkapan practice makes perfect. Setengahnya lagi saya alokasikan untuk pandangan skeptis terhadap praktek tanpa landasan. Makanya, saya lebih suka mempelajari dasar-dasar ilmu dulu sebelum akhirnya terjun langsung untuk mengasah kemampuan—termasuk dengan jurnalisme. Beberapa hari lalu saya terpaksa melanggar prinsip dasar itu. Masa magang yang terlewat singkat di Liputan6.com […]

Share

#14 – Jurnalisme Data dan Kebenaran Absolut

Media-media sekarang ini semua mengalami perubahan. Jadi tidak usah lagi berfokus pada format seperti jurnalisme konvensional—bebaskan saja. Yang penting apa yang ingin kamu sampaikan diterima pembaca. —Komang, Redaktur Majalah Tempo, 2017 Mengutip Bill Kovach dan Tom Rosentiel, journalism’s first obligation is to the truth. Kewajiban utama jurnalisme adalah pada pencarian kebenaran. Sejak pertama mendengar kalimat itu, pengertian […]

Share

#9 – Jurnalisme Sastrawi dan Catatan Bencana Kemanusiaan: Review “Hiroshima: Ketika Bom Dijatuhkan” oleh John Hersey

Pagi hari sekali, tanggal 7 Agustus, untuk pertama kalinya penyiar radio Jepang menyampaikan pengumuman yang singkat. Sangat sedikit orang yang dapat mendengarnya, mereka adalah penduduk Hiroshima yang selamat. Kata penyiar iitu, “Hiroshima mengalami kerusakan cukup parah karena serangan beberapa pesawat B-29. Diperkirakan mereka menggunakan sebuah bom jenis baru. Perinciannya sedang diselidiki.” —“Hiroshima”, hal. 89.   Bagaimana rasanya […]

Share

[Etika Komunikasi] Ruang Publik, Media Massa, dan Profesionalisme Jurnalis: Langkah Mundur Keterlibatan Publik

Habermas (1964:49) mengartikan ruang publik sebagai bagian dari kehidupan sosial manusia yang memungkinkan terciptanya opini publik. Ruang sosial tersebut dapat diakses oleh semua warga, dan aspek-aspek mengenainya menjadi bagian dari setiap interaksi manusia. Di dalamnya, seluruh warga bertindak sebagai bagian dari publik. Mereka tidak lagi mementingkan nilai-nilai individu dalam berinteraksi, melainkan menggunakan perspektif publik dalam […]

Share

Pers dalam Era Konvergensi Media: Meninjau Penerapan Prinsip Verifikasi Jurnalisme Online

Pesatnya perkembangan telekomunikasi menyebabkan penyebaran informasi tak lagi satu arah. Berbeda dengan media-media konvensional yang menggunakan prinsip top-down, internet menawarkan ruang yang memungkinkan adanya kesetaraan di antara orang-orang yang menggunakannya. Karakter tersebut menyebabkan para pengguna media baru tak hanya dapat menerima informasi. Masyarakat umum, yang dulunya sebatas menjadi target produk-produk jurnalistik, kini dapat melakukan fungsi […]

Share

Pers Pascareformasi: Meninjau Fungsi Kontrol Sosial dalam Masyarakat Demokratis

Sejauh mana pers berperan dalam demokrasi? Sebagian besar pakar jurnalisme meyakini bahwa pers berfungsi sebagai pilar keempat demokrasi–penyeimbang antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif meski tak diakui secara formal. Thomas Jefferson, salah seorang founding fathers Amerika, pernah menyatakan bahwa kehadiran pers lebih penting dibandingkan ketiga pilar demokrasi lainnya. Menurut Jefferson, pers hadir sebagai representasi publik. Ia […]

Share