Haruki Murakami – On Seeing the 100% Perfect Girl One Beautiful April Morning (1994)

  Originally published in “The Elephant Vanishes“, Murakami’s collection of short stories (1994)   One beautiful April morning, on a narrow side street in Tokyo’s fashionable Harujuku neighborhood, I walked past the 100% perfect girl. Tell you the truth, she’s not that good-looking. She doesn’t stand out in any way. Her clothes are nothing special. The […]

Share

Catatan Penyingkap Luka: Review “Laut Bercerita” oleh Leila S. Chudori

  “Asmara, kukirimkan semua pesan ini melalui sayap-sayap ikan pari; melalui bunyi rintik hujan ketika menyentuh tanah dan melalui bunyi kepak burung gereja yang hinggap di jendela kamarmu. Aku yakin kau akan bisa menangkap pesanku, membaca ceritaku. Dan aku percaya kau akan menceritakan kisahku kepada dunia.” —Laut pada Asmara, dalam “Laut Bercerita”, hlm. 370   […]

Share

Menggali Cerita di Pinggiran Metro Manila: Jervs / Mabel Pocketbooks Store

  “Try reading books written by Russian writers—they often portray stories with such complex and unconventional perspective when discussing popular issues. They can give you new perspectives.” —Ed ke saya   Saya tidak pernah menyangka akan menghabiskan siang menjelang malam Natal dengan diskusi-diskusi panjang tentang Dostoevsky dan Tolstoy, di lantai bawah tanah bangunan mal tua dengan dinding-dinding […]

Share

Sayup Elegi Pembebasan: Review “Khotbah di Atas Bukit” oleh Kuntowijoyo

  “Tinggalkan segala milikmu. Apa saja yang menjadi milikmu, sebenarnya memilikimu. Dan engkau tidak lagi merdeka. Engkau mengira itu kekuasaan, tidak. Itu membuatmu takluk. Membelenggumu!” —Humam pada Barman, “Khotbah di Atas Bukit”, hlm. 71.   Kuntowijoyo identik dengan eksistensialisme. Para pembaca teks gagasan sastrawan lawas itu pasti sudah hapal dengan objek-objek penulisan seputar pemikiran kehidupan […]

Share

#28 – Sepenggal Kasih Hari Minggu: Review “Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu” oleh W.S. Rendra

Saya merasa kasihan kepadanya. Saya ingin mengatakan bahwa saya pun mencintainya. Sangat, sangat, sangat, sangat mencintainya. Dan, saya merasa bahwa sayantelah terangkat ke awang-awang waktu ia mencium telapak tangan saya. Seharusnya ia tahu itu. Saya tak usah mengatakannya. Saya tak tahu bagaimana mengatakannya. —Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu, hlm. 8. Saya adalah seorang wanita pemalu yang mendambakan […]

Share

#11 – Bunga-bunga Itu Angkuh: Review “Dilarang Mencintai Bunga-bunga” oleh Kuntowijoyo

Segalanya mengendap. Cobalah lihat, Cucu. Bunga-bunga di atas air ini melambangkan ketentraman, ketenangan, dan keteguhan jiwa. Di luar matahari membakar. Kendaraan hilir-mudik. Orang berjalan ke sana kemari memburu waktu. Pabrik-pabrik berdentang. Mesin berputar. Di pasar orang-orang bertengkar tentang harga. Tukang copet memainkan tangannnya. Pemimpin meneriakkan semboyan kosong. Anak-anak bertengkar merebut layang-layang. Apakah artinya semua itu, […]

Share

#9 – Jurnalisme Sastrawi dan Catatan Bencana Kemanusiaan: Review “Hiroshima: Ketika Bom Dijatuhkan” oleh John Hersey

  Pagi hari sekali, tanggal 7 Agustus, untuk pertama kalinya penyiar radio Jepang menyampaikan pengumuman yang singkat. Sangat sedikit orang yang dapat mendengarnya, mereka adalah penduduk Hiroshima yang selamat. Kata penyiar iitu, “Hiroshima mengalami kerusakan cukup parah karena serangan beberapa pesawat B-29. Diperkirakan mereka menggunakan sebuah bom jenis baru. Perinciannya sedang diselidiki.” —“Hiroshima”, hal. 89.   Bagaimana […]

Share

#4 – Belajar Mengarang dari Seno Gumira Ajidarma: Review “Senja dan Cinta yang Berdarah”

Jika ditanya siapa cerpenis paling andal di Indonesia, saya tanpa ragu akan menjawab Seno Gumira Ajidarma. Saya, seperti penikmat-penikmat ‘sastra koran‘ khas SGA lainnya, menyukai ketegangan serta romantisme sepotong-sepotong yang ada dalam tiap cerpennya. Saya justru lebih menyukai cerpen-cerpen Seno ketimbang buku-bukunya—yang selalu ditulis secara pas dan tidak berlebihan. Gaya berceritanya yang fragmentaris berbicara dengan kebenaran […]

Share

Rahvayana

Judul        : Rahvayana 2: Ada yang Tiada Penulis    : Sujiwo Tejo Penerbit   : Bentang Pustaka Sekarang sudah sekian purnama tak kunjung kamu balas suratsuratku. Kamu membisu. Semoga itu bukan kebisuan yang kamu sengaja untuk membuatku jatuh bangun sambil merenung. Padahal, segunung apa pun diamku merenung tak mungkin aku sampai pada […]

Share