Sayup Elegi Pembebasan – Review “Khotbah di Atas Bukit” oleh Kuntowijoyo

  “Tinggalkan segala milikmu. Apa saja yang menjadi milikmu, sebenarnya memilikimu. Dan engkau tidak lagi merdeka. Engkau mengira itu kekuasaan, tidak. Itu membuatmu takluk. Membelenggumu!” —Humam pada Barman, “Khotbah di Atas Bukit”, hlm. 71.   Kuntowijoyo identik dengan eksistensialisme. Para pembaca teks gagasan sastrawan lawas itu pasti sudah hapal dengan objek-objek penulisan seputar pemikiran kehidupan […]

Share

#28 – Sepenggal Kasih Hari Minggu: Review “Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu” oleh W.S. Rendra

Saya merasa kasihan kepadanya. Saya ingin mengatakan bahwa saya pun mencintainya. Sangat, sangat, sangat, sangat mencintainya. Dan, saya merasa bahwa sayantelah terangkat ke awang-awang waktu ia mencium telapak tangan saya. Seharusnya ia tahu itu. Saya tak usah mengatakannya. Saya tak tahu bagaimana mengatakannya. —Kenang-kenangan Seorang Wanita Pemalu, hlm. 8. Saya adalah seorang wanita pemalu yang mendambakan […]

Share

#11 – Bunga-bunga Itu Angkuh: Review “Dilarang Mencintai Bunga-bunga” oleh Kuntowijoyo

Segalanya mengendap. Cobalah lihat, Cucu. Bunga-bunga di atas air ini melambangkan ketentraman, ketenangan, dan keteguhan jiwa. Di luar matahari membakar. Kendaraan hilir-mudik. Orang berjalan ke sana kemari memburu waktu. Pabrik-pabrik berdentang. Mesin berputar. Di pasar orang-orang bertengkar tentang harga. Tukang copet memainkan tangannnya. Pemimpin meneriakkan semboyan kosong. Anak-anak bertengkar merebut layang-layang. Apakah artinya semua itu, […]

Share

#9 – Jurnalisme Sastrawi dan Catatan Bencana Kemanusiaan: Review “Hiroshima: Ketika Bom Dijatuhkan” oleh John Hersey

Pagi hari sekali, tanggal 7 Agustus, untuk pertama kalinya penyiar radio Jepang menyampaikan pengumuman yang singkat. Sangat sedikit orang yang dapat mendengarnya, mereka adalah penduduk Hiroshima yang selamat. Kata penyiar iitu, “Hiroshima mengalami kerusakan cukup parah karena serangan beberapa pesawat B-29. Diperkirakan mereka menggunakan sebuah bom jenis baru. Perinciannya sedang diselidiki.” —“Hiroshima”, hal. 89.   Bagaimana rasanya […]

Share

#4 – Belajar Mengarang dari Seno Gumira Ajidarma: Review “Senja dan Cinta yang Berdarah”

Jika ditanya siapa cerpenis paling andal di Indonesia, saya tanpa ragu akan menjawab Seno Gumira Ajidarma. Saya, seperti penikmat-penikmat ‘sastra koran‘ khas SGA lainnya, menyukai ketegangan serta romantisme sepotong-sepotong yang ada dalam tiap cerpennya. Saya justru lebih menyukai cerpen-cerpen Seno ketimbang buku-bukunya—yang selalu ditulis secara pas dan tidak berlebihan. Gaya berceritanya yang fragmentaris berbicara dengan kebenaran […]

Share

Rahvayana

Judul        : Rahvayana 2: Ada yang Tiada Penulis    : Sujiwo Tejo Penerbit   : Bentang Pustaka Sekarang sudah sekian purnama tak kunjung kamu balas suratsuratku. Kamu membisu. Semoga itu bukan kebisuan yang kamu sengaja untuk membuatku jatuh bangun sambil merenung. Padahal, segunung apa pun diamku merenung tak mungkin aku sampai pada […]

Share

Para Pemerhati Sepakbola dari Indonesia Timur (Review Novel Jalan Lain ke Tulehu – Zen RS)

Judul               : Jalan Lain ke Tulehu: Sepakbola dan Kenangan yang mengejar Penulis             : Zen RS Penerbit           : Bentang Pustaka Cetakan           : I, Mei 2014 Jml hal             : viii+304 hal 19cm Sepakbola bukan sekadar olahraga. Bagi warga Tulehu, desa muslim di Maluku yang terkenal sebagai Kampung Sepakbola, kegiatan itu lebih bermakna dibandingkan shalat lima waktu. Terkadang […]

Share

Menapaki Bayang-Bayang Lalu (Review Novel (Bukan) Salah Waktu – Nastiti Denny)

Betapapun kencangnya kau berlari, kenangan akan selalu menghantui. Sekelibat potongan masa lalu yang belum tuntas direnungkan itu menolak untuk ditinggal  pergi. Mengikuti cepat, sesuai ritme langkah kaki tanpa memerlukanmu berhenti sejenak dan menengok ke belakang. Ia melekat pada setiap senti tubuhmu, mendominasi dan di saat lain terhapuskan cahaya. Kenangan itu hadir dalam bentuk bayang-bayang. Terus […]

Share

#bridgingcourse 04: Kritik Tak Melulu Bersifat Eksplisit

Judul               : Penembak Misterius Penulis             : Seno Gumira Ajidarma Cetakan           : IV, 2007 Penerbit           : Galangpress Tebal               : VIII+214 Pada masa pemerintahan Orde Baru, banyak terjadi penolakan terhadap pemerintah. Yang melawan tak hanya demonstran, namun juga sastrawan. Seno Gumira Ajidarma adalah seorang di antaranya. Ia melawan melalui kumpulan karya sastra. Saat Soeharto menjabat menjadi presiden […]

Share