Bangun Kerukunan dengan Musik Jazz

Arya Penangsang berdiri di atas panggung. Dengan semangat, ia mulai berkisah tentang kekalahannya terhadap Kerajaan Pajang. Kalimat-kalimat berbahasa Jawa yang dilontarkannya tak jarang mengundang tawa. Salah satunya adalah karena rujukannya pada seorang berkostum kuda perang. Pakaian Jawa yang dikenakannya pun tak berbeda dengan kostum kuda itu, sebatas alat bantu bermain peran. Ia bukan adipati termahsyur dalam sejarah Jawa. Ia adalah salah seorang warga Desa Sidoakur, Godean.

Lelaki paruh baya itu berpakaian adat lengkap bukan tanpa alasan. Kehadirannya menjadi pusat perhatian dalam acara pembukaan Ngayogjazz 2013 di Desa Sidoakur, Godean, Sabtu (16/11). Ia memberi sambutan, menceritakan bagaimana pentingnya musik untuk membangun kerukunan antarwarga. ‘Rukun agawe ngejazz’ yang ia coba paparkan merupakan tema Ngayogjazz tahun ini. Satu, dua, tiga kali lebih ia salah mengucapkan judul acara. Ia mengubah kata Ngayogjazz menjadi Ngayogyajazz. Keluputannya itu kembali mengundang tawa. Akhirnya, diiringi lagu gugur gunung, ia membuka rangkaian acara.

6

4

7

2

1

5

3Foto: Lintang Cahyaningsih

Share

Leave a Reply