#8 – Menulis Curriculum Vitae (CV): Bagian Kedua


Sebelum membaca tulisan ini, pastikan Anda sudah membaca tulisan saya sebelumnya di sini.

 

Menulis Curriculum Vitae (CV): Bagian Kedua

Di sesi sebelumnya saya sudah memberi penjelasan tentang aspek-aspek yang harus ada dalam sebuah CV. Jika Anda sudah mengikuti pointers dalam tulisan sebelumnya dan telah memiliki sebuah draft CV, kali ini saya akan menjelaskan lebih lanjut mengenai bagaimana cara merangkai pengalaman-pengalaman yang telah dituliskan sebelumnya ke dalam format CV yang terstruktur. 

Jadi, apa saja yang harus ada dalam sebuah CV?

Yang pertama tentu saja identitas diri. Identitas yang saya maksudkan di sini bukanlah seperti dalam KTP pada umumnya yang mencakup informasi-informasi pribadi seperti alamat lengkap dan golongan dalam—secukupnya saja. Identitas diri di sini hanya bertujuan untuk memberikan panduan recruiter terhadap cara-cara untuk mengontak Anda, sehingga yang paling penting adalah alamat e-mail dan nomor telepon aktif. Masukkan juga informasi-informasi relevan seperti alamat profil linkedin dan portfolio jika ada.

Berikut adalah contoh data diri yang saya gunakan sebagai header CV. 

 

 

Yang kedua adalah summary. Boleh dikatakan summary ini adalah paragraf yang mencerminkan bagaimana seseorang melihat dan menggambarkan dirinya sendiri. Tak jarang saya melihat summary CV yang terlalu kaku karena merasa tidak nyaman menggambarkan diri secara berlebihan. Di sini saya tidak akan meminta Anda untuk memberi penggambaran berlebihan atau berbunga-bunga, tetapi lebih pada melihat tindakan dan perilaku Anda selama ini dengan kacamata objektif.

Cara memperoleh objektivitas itu susah-susah gampang. Bagi yang paham betul terhadap karakter dirinya, hal ini bisa menjadi suatu bagian yang paling mudah untuk dilakukan. Namun, bagi sebagian besar orang, memberikan gambaran diri adalah suatu hal yang menyulitkan. Solusi paling mudah untuk mengatasi ini adalah dengan bertanya pada orang-orang yang pernah bekerja dengan Anda (secara profesional jika ada, jika belum boleh bertanya pada teman-teman yang sering diajak untuk bekerja kelompok) tentang karakter Anda dalam bekerja.

Carilah kata-kata sifat yang bisa menggambarkan karakter Anda secara lebih mendalam seperti yang digambarkan orang-orang tersebut. Contohnya, saya selalu menggunakan kata-kata creative, critical, dan curious dalam summary CV dan profil Likedin saya. Itu karena saya selalu dideskripsikan teman-teman kerja dengan ketiga sifat tersebut. Beberapa kata sifat yang bisa digunakan dapat dilihat di sini.

Banyak yang menanyakan mengenai karakter penulisan summary—apakah lebih baik ditulis menggunakan sudut pandang orang ketiga (Lintang adalah…) atau orang pertama (Saya adalah…). Tidak ada ketentuan mengenai hal ini, namun saya pribadi mengusulkan penggunaan sudut pandang orang ketiga. Penggunaan sudut pandang ini akan berkesan bahwa Anda telah sebisa mungkin memberikan penilaian secara objektif dengan berusaha melihat dari kacamata orang ketiga.

Ingat, yang terpenting adalah Anda mencoba memahami diri sendiri secara objektif. Jangan pernah berbohong dalam mendeskripsikan diri. Bagian manapun dari CV harus bersifat jujur, karena kalau tidak, Anda akan sangat kesulitan menghadapi tahapan selanjutnya. Perlu diingat juga bahwa pencarian kerja itu selayaknya mencari jodoh, perlu kecocokan tertentu antara dua pihak dan tidak bisa dipaksakan.

Berikut adalah salah satu contoh summary.

 

Lintang is a final year undergraduate student passionate in public relations and journalism. With over two years experience in both fields, she has been applying knowledge gained from university in many ways. She is extremely proficient in both written and oral communications, with over 14 years of extensive learning in English. She is often described as highly curious, critical, and creative while having a positively contagious can-do attitude at the same time.

 

Yang ketiga adalah gambaran skills yang Anda miliki. Sesuai dengan draft yang telah Anda buat, cantumkan kemampuan-kemampuan yang Anda miliki di bawah summary. Tuliskan dulu semuanya, sesuai dengan draft yang Anda telah buat, mulai dari kemampuan-kemampuan yang Anda peroleh di masa kuliah. Ingat, jangan pernah berbohong.

Berikut adalah contoh skills dalam CV saya.

 

Public  Relations |  Journalism  | Public  Speaking  | Research  | Events Management |  Digital Marketing

 

Yang keempat, riwayat pendidikan. Yang perlu dicantumkan di sini hanyalah yang memperoleh gelar saja, jadi minimal masa kuliah. Kalau Anda, seperti saya, belum lulus kuliah, berilah keterangan dengan menuliskan tanggal kemungkinan lulus dan gelar yang akan diperoleh. Jika sudah lulus, beri keterangan tahun lulus, gelar yang diperoleh, honor title seperti cum laude jika ada, dan IPK. Di bagian bawah, berilah keterangan mengenai pencapaian-pencapaian semasa kuliah—misalnya mendapat beasiswa, menang lomba, atau mengikuti organisasi tertentu. Jangan lupa beri keterangan kuantitatif jika ada dan urutkan sari yang paling baru.

Berikut adalah contoh kolom education.

 

Bachelor of  Political  Sciences  (S.IP.)  –  Communication  Studies (Expected 2017)

GADJAH MADA UNIVERSITY – Yogyakarta, Indonesia

  • Attended SOAS Summer School 2016 “International Relations  in  the  21st  Century”  in  SOAS, University  of London  as a  scholarship  awardee from Southeast Asia.    
  • Participated in  US-Indonesia  Partnership Program  2016  as a  delegation  of  Gadjah  Mada University.  The  program  consisted of  short courses and discussions  held in  both  US  and Indonesia  on  religious pluralism  and democratic  society,  attended by  twelve delegates of universities  in  Indonesia  and United States. 
  • Accepted as a  participant of  XL  Future  Leaders batch  3, a  2-years leadership  program  held  by one  of  Indonesia’s top  mobile provider,  PT  XL Axiata,  Tbk.,  out of  over  12,500  applicants nationwide to  develop  three  core  competencies—managing  change,  effective  communication, and entrepreneurship  and  innovation.  Held Pecha  Kucha,  TED,  and business  pitching presentation  on  innovation  in telecommunication  industry  in  front  of company’s Board of Directors. 

 

Yang kelima, professional experiences. Di bagian ini Anda akan memberikan keterangan mengenai pengalaman profesional berupa kerja, jika ada. Jika belum memiliki pengalaman kerja, bagian volunteer, kepanitiaan, dan organisasi boleh digunakan untuk mengisi kolom ini.

Anda perlu menuliskan nama perusahaan (organisasi atau kegiatan jika belum bekerja), deskripsi singkat perusahaan, posisi, periode bekerja, dan deskripsi pekerjaan. Jika Anda telah menuliskan draft CV sesuai pointers dalam tulisan sebelumnya, bagian ini hanya perlu copy-paste dan sedikit editing saja.

Berikut adalah contoh bagian professional experiences.

 

PT  Bentang Pustaka  –  Yogyakarta,  Indonesia  (June 2014  – March  2015)

A publishing  company  notable  for best-selling  series  in contemporary  literatures

Publicist  (2014  –  2015).  Planned  and  executed promotional campaigns  for  best-selling  series such as Supernova,  The Naked Traveler,  Rahvayana,  and many  others through  social medias (Facebook, Twitter, Instagram,  Pinterest,  Goodreads, Youtube, and others),  events, releases, and  others to  increase book sales. Had managed to  increase  increased the number  of followers on  Twitter  from  30,521 to 62,804 in 10 months. 

 

Keenam, bagian voluntary activities. Bagian ini menjadi lumayan penting saat Anda ingin mendaftar beasiswa atau program pengembangan diri lainnya. Format bagian ini bisa dibuat sama dengan professional experiences. Jika Anda, seperti saya, tidak memiliki pengalaman menjadi volunteer, atau justru sudah memasukkannya ke dalam professional experiences karena belum pernah bekerja, bagian ini bisa dilewati. 

Yang perlu saya ingatkan adalah kegiatan volunteer yang dimaksud di sini tidak hanya mencakup kegiatan-kegiatan institusional. Apabila Anda tidak tergabung dalam komunitas tetapi sering membantu di panti asuhan, boleh juga dimasukkan ke sini sesuai format di atas. Begitu juga dengan KKN. Yang terpenting adalah employer akan tahu apakah Anda memiliki minat voluntary atau tidak, dan jika iya di bagian mana.

 

Terakhir, additional information. Di bagian ini Anda dapat menuliskan bahasa-bahasa yang Anda kuasai berikut tingkat pemahamannya (sertakan nilai tes bila ada), affiliations atau keterikatan dengan lemba-lembaga tertentu, certifications yang meliputi sertifikasi pelatihan-pelatihan yang Anda pernah ikuti selama ini, publications atau daftar publikasi, dan interests atau hobi. Tuliskan secara singkat saja, karena jika memerlukan informasi lebih lanjut, employer biasanya akan meminta Anda membawa bukti berupa sertifikat atau portfolio saat wawancara. 

Berikut adalah contoh bagian additional information.

 

Languages :  Indonesian  (Native)  |  English  (Fluent, TOEFL  ITP  623)

Affiliations :  Gadjah  Mada University  

Certifications  :  Academic English  | Political journalism  | Radio broadcast  | Negotiation  | Presentation

Interests :  Education  |  Music  | Creative  writing   

 

Setelah menuliskan semua informasi tersebut ke dalam bagian-bagian ini secara runtut, sesuai dengan draft CV, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah melakukan sortir informasi.

Jika Anda telah mengikuti panduan yang saya tulis, Anda akan memperoleh sebuah master CV yang lumayan panjang. Master CV ini penting sebagai database Anda yang harus selalu diperbaru tiap melakukan sesuatu. Namun tentu saja, Anda tidak bisa mengirimkan CV sepanjang 10 halaman pada recruiter. Sebagian besar recruiter bahkan menolak untuk membaca CV yang panjangnya lebih dari dua halaman. Iya, dua halaman.

Perhatikan industri serta posisi yang Anda sasar dan save-as master CV Anda dengan informasi-informasi yang relevan. Informasi relevan yang saya maksud di sini lebih berfokus pada bagian skills dan professional experiences. Pastikan Anda memilih mendata kemampuan dan pengalaman yang sesuai dengan bidang yang dituju, dan sebisa mungkin tidak lebih dari dua tahun lalu. Namun, kalau memang Anda hanya memiliki sedikit pengalaman, tuliskan saja yang paling relevan dan terbaru.

Setalah menyortir informasi, Anda akan memperoleh CV khusus untuk posisi yang Anda sasar. Pastikan Anda selalu membuat file baru yang merupakan versi adaptasi dari master CV saat ingin melamar pekerjaan, sesuai dengan posisi yang dilamar. Hal ini diperlukan karena tiap industri dan posisi memiliki karakternya sendiri, dan menyesuaikan pengalaman serta summary akan membuat Anda dianggap sebagai kandidat yang lebih relevan dengan posisi tersebut.

 

Untuk tambahan, saya selalu memberikan footnote yang menandakan tanda pembuatan CV. Footnote ini menunjukkan bahwa CV ini telah saya perbarui untuk keperluan lamaran dengan informasi sejujur-jujurnya.

Berikut adalah salah satu contoh penutup CV.

 

 

Banyak yang pernah bertanya pada saya mengenai desain CV. Desain diperlukan bergantung pada industri serta posisi yang Anda sasar. Jika Anda ingin memasuki industri kreatif seperti periklanan dan media, memiliki desain CV yang bagus akan menjadi nilai plus. Tetapi bila Anda mendaftar di perusahaan BUMN atau bank, tentunya itu akan jadi tidak relevan. Yang terpenting adalah relevansi dengan industri dan posisi.

 

Dan begitulah, CV Anda sudah jadi! Sederhana, bukan? Anda harus ingat untuk terus memperbarui informasi dan bersikap sejujur mungkin dalam menarasikan diri. CV yang dibuat sejujur mungkin akan memungkinkan recruiter untuk memahami diri Anda sesungguhnya dan memproyeksikan kecocokan Anda dengan posisi dan budaya perusahaan.

Namun tentu saja, CV bukan segalanya. Masih ada persoalan cover letter sebagai pengantar dalam mengirim CV dan juga tahapan lainnya, yaitu wawancara. Topik-topik tersebut akan saya bahas di sesi self development selanjutnya. 

Selamat menarasikan diri!

 

Lintang Cahyaningsih

Share

Leave a Reply