#25 – Menulis Cover Letter dengan Personal Branding

Saya selalu bilang kalau CV tidak menentukan segalanya. Anda boleh kalah secara kualifikasi, namun terkadang, justru surat pengantar yang menyertainya yang menjadi penentu.

Dalam sebuah CV, recruiter atau siapa saja yang menjadi pembaca nantinya akan mengilustrasikan seseorang dengan aspek-aspek fungsional serta pencapaiannya selama ini. CV gives you on-paper elements and benefits. Namun untuk menilai seorang manusia, aspek-aspek fungsional tersebut tidaklah cukup. Manusia bukanlah mesin yang hanya terdiri atas rangkaian untuk menjalankan suatu fungsi. Pemikiran, emosi, serta aspek-aspek humanis lainnya itulah yang kemudian dieksplorasi dalam sebuah cover letter.

 


 

Sebagian besar website informasi karir akan memberikan Anda definisi standar untuk menjawab pertanyaan “apa itu cover letter?” Cover letter adalah surat pengantar lamaran, sesederhana itu. Dan karena itu, banyak orang memaknainya sebagai hal yang sederhana pula, sebuah formalitas yang tidak perlu dipikir berulang kali. Saya malah terlewat sering menemui format cover letter yang tersebar luas menggunakan susunan kata yang serupa.

Berikut adalah contoh cover letter dengan format yang sering saya temui:

Contoh cover letter dalam Bahasa Inggris

 

Dengan hormat,

Bersama ini saya menyampaikan kepada bapak/ibu pimpinan, tentang minat saya untuk posisi yang saya sebut diatas. Saya melihat iklan lowongan pekerjaan yang tertulis di koran Jawa Pos pada tanggal 21 Mei 2016.

Saya menyelesaikan studi S1 di Fakultas Management – Universitas Brawijaya (UB) Malang, tahun 2008. Pekerjaan terakhir saya sebagai marketing di PT Bentoel Internasional tbk, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi rokok. Sebelumnya saya bekerja di PT Sampoerna tbk, sebagai kepala bagian selama kurang lebih 2 tahun dan di PT Gudang Garam sebagai marketing selama 3 tahun.

Saya sangat tertarik dengan posisi kerja sebagai marketing sehingga dalam setiap kesempatan saya berniat untuk meningkatkan kemampuan di dalam diri saya sehingga bisa menjadi pekerja yang lebih baik lagi. Saya sudah memperkenalkan diri melalui ketrampilan yang saya miliki mulai dari ketrampilan dalam mengoperasikan komputer baik software atau pun hardware. Selain saya bisa bekerja di perkantoran, saya juga mengenal tentang design grafik dan cara pengolahan grafik.

Saya merupakan pribadi yang bisa beradaptasi dengan mudah terlebih dalam menyesuaikan budaya organisasi. Saya juga bisa menyesuaikan diri dengan teman satu tim untuk bisa mencapai target lebih baik dari sebelumnya.

Pada saat kuliah, saya selalu aktif dan ikut serta dalam melakukan kegiatan kemahasiswaan. Organisasi kampus yang pernah saya ikuti adalah forum lintas wacana dan juga forum kreatif bakat dengan menduduki jabatan sebagai sekretaris.

Saya merasa yakin dengan kombinasi pengalaman saya dan pendidikan sekiranya saya bisa menguntungkan perusahaan Anda. Rasa antusiasme yang tinggi dalam melakukan berbagai kegiatan di luar akademik sudah memberikan pelajaran terbaik dalam meningkatkan kepemimpinan karena ketrampilan komunikasi yang saya miliki sangat baik. Selain melampirkan resume saya juga melampirkan beberapa sertifikat untuk refrensi.

Saya sangat berharap untuk mendapatkan kesempatan supaya bisa berbicara dengan bapak atau ibu pimpinan dalam waktu dekat dan menjelaskan mengapa saya calon yang kompatibel untuk posisi tersebut.

Contoh cover letter dalam Bahasa Indonesia

 

Saya bukannya mengatakan bahwa format yang sering digunakan itu buruk. Format ini cukup baik bila Anda hanya ingin memberikan pengantar untuk aplikasi selayaknya fungsi definitif dari sebuah surat lamaran pekerjaan. Surat pengantar yang baik, di sisi lain, bertindak melebihi fungsinya untuk mengantarkan lamaran hingga akhirnya memberikan perbedaan dan ciri tersendiri dari lamaran Anda.

Seorang recruiter melihat aplikan layaknya konsumen melihat brand. Ia membandingkan satu aplikan dengan lainnya, membolak-balik lamaran mereka, dan memilih satu yang dinilai sesuai dengan nilai-nilai serta kebutuhan teknis perusahaan. Dan, seperti sebuah brand, pelamar kerja perlu memberikan nilai-nilai khusus yang membedakan dirinya dengan yang lain—kami, pembelajar branding, menyebutnya sebagai points-of-difference (PoD). Aspek-aspek yang membedakan itulah yang nantinya akan membangun bagaimana gambaran seorang aplikan diterima oleh benak recruiter, bagaimana ia mendefinisikan dirinya dengan positioning khusus untuk menarget perusahaan tertentu.

Bagi saya setiap orang memiliki brand serta positioning khusus dalam setiap hal yang dilakukannya, termasuk dalam melamar pekerjaan.

Cover letter yang baik menunjukkan positioning, kesan yang ingin Anda bangun atas diri, terhadap recruiter. Pengantar memberikan Anda kesempatan untuk berbicara dengan mereka yang mungkin akan mempekerjakan Anda, dan dari kesempatan pertama itulah kesan harus dibangun. Toh, apa intinya jika Anda hanya memberikan satu lagi tumpukan berkas lamaran yang tidak ada bedanya dengan yang sebelum-sebelumnya? Nantinya recruiter malah terpaksa harus memilih seperti membeli produk-produk curah, asal pilih tanpa tahu perbedaannya.

Dalam sebuah cover letter, Anda harus bisa menunjukkan mengapa aplikasi Anda berbeda dari yang lain. Tugas ini lebih berat daripada yang dimiliki CV. Jika dalam CV Anda hanya harus menuliskan apa yang tampak dan telah terjadi, cover letter menuntut Anda untuk menggali lebih dalam tentang diri.

A good cover letter shows that you’re human.  

 

Saya adalah salah satu orang yang selalu percaya bahwa setiap manusia memiliki suatu hal yang mampu mendorong mereka melakukan sesuatu—something that makes them tick. Hal itu bisa sesederhana tulisan yang pernah ia baca, goresan pelukis pinggir jalan, atau emosi yang pernah ia rasakan saat menonton sesuatu. Emosi-emosi terpendam serta karakter inilah yang menurut saya sangat penting untuk dieksplorasi dalam sebuah cover letter, tentunya yang masih relevan dengan bidang industri atau sasaran perusahaan. Hal inilah yang akan membuat cover letter Anda menjadi lebih terpersonalisasi dan mencirikan aplikasi Anda dari puluhan lainnya.

Contoh teknis dalam pengaplikasian personalisasi dalam sebuah cover letter adalah, contohnya, menceritakan pandangan Anda terhadap pemberitaan secara umum jika ingin melamar sebagai jurnalis, atau kartun pertama yang pernah Anda tonton jika ingin melamar sebagai animator.

Saya menerapkan beberapa elemen wajib dalam setiap cover letter—connections dengan perusahaan (bagaimana Anda mengetahui perusahaan tersebut kemudian berminat untuk menjadi bagian darinya), cerita tentang minat Anda terhadap industri, yang disampaikan dalam bentuk storytelling terpersonalisasi. 

But still, keep it professional and relevant.

Berikut adalah contoh bagian awal cover letter.

 

Dear Sir/Madam,

My interest in joining ***** came since I watched Tresemme Virtual Runway in 2015. I, who was then unfamiliar with the concept of 360 degrees camera, found Tresemme’s ad to be extremely creative and out of the box. It was different than what my advertising classes taught—which is to emphasize more on the feasibility rather than creativity. Ads such as Tresemme’s are the ones that prove feasibility can, after all, go hand-in-hand with extreme creativity, and there is no boundary for it. Your company proves to me that imagination is still out there and can be reached by all of those in advertising, however not many are willing to achieve it. That creative environment nurtured in ***** is what interests me in joining the company.

 

At some point, cover letter tidak akan jauh berbeda dengan motivational letter untuk aplikasi beasiswa atau exchange. Anda bisa menyelipkan backstory yang menarik dan personal mengenai perusahaan, industri, atau hal-hal yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan Anda lamar di dalamnya. Yang membedakan hanyalah bahwa dalam cover letter Anda tetap harus menuliskan gambaran teknis seperti periode kesediaan mulai bekerja.

 

I am interested in applying for the Account Executive Intern position in your company, preferably in between November 2016 – January 2017. I am currently an undergraduate student majoring in Communication Studies of Gadjah Mada University, focusing on public relations and am expected to graduate in late 2017, and hopefully this internship opportunity will allow me to choose my field of  work afterwards, if I am to be accepted. I am, however, very much interested in being an Account Executive and had several experiences, both formal or informal, in public relations. The experiences I have will allow me to do my best in handling clients as the Account Executive Intern.

You can find past professional experiences and skills in the curriculum vitae attached. If you have any further questions, you can contact me by email or message to the number below. I am looking forward to hear from you and hopefully work in Mirum. Thank you.

Best regards,

Lintang Cahyaningsih

 

Kesalahan utama yang sering saya temui dalam pembuatan cover letter, tentunya selain menyalin menggunakan format teknis yang tersebar luas, adalah repetisi aspek-aspek dalam CV. Dalam cover letter Anda tidak perlu menuliskan nama lengkap, pekerjaan yang dulu pernah dilakukan, serta kemampuan-kemampuan yang Anda miliki karena semuanya sudah ada dalam sebuah CV. Yang perlu Anda lakukan adalah melengkapi bagian yang belum ada dalam CV, yaitu menunjukkan bahwa Anda benar-benar ingin melamar pekerjaan tersebut sambil menunjukkan sejujur-jujurnya diri Anda yang sesungguhnya. 

Sebuah cover letter yang baik akan memberikan gambaran siapa diri Anda sesungguhnya pada para pembaca, yang nantinya juga akan melihat kesesuaian Anda dengan perusahaan. Jika memang cocok, it will be a match made in heaven karena nilai-nilai perusahaan tersebut kemungkinan besar akan sesuai dengan pandangan yang Anda gambarkan dalam cover letter. Jika tidak, ya mungkin belum jodoh saja.

Saya selalu percaya kalau melamar pekerjaan itu ibarat mencari jodoh, butuh kecocokan antara dua pihak. Jika dipaksakan, nantinya tidak akan ada yang senang. 

Bare yourself to the recruiters and you’ll be fine!

Lintang Cahyaningsih

Share

Leave a Reply