Rahvayana

Judul        : Rahvayana 2: Ada yang Tiada Penulis    : Sujiwo Tejo Penerbit   : Bentang Pustaka Sekarang sudah sekian purnama tak kunjung kamu balas suratsuratku. Kamu membisu. Semoga itu bukan kebisuan yang kamu sengaja untuk membuatku jatuh bangun sambil merenung. Padahal, segunung apa pun diamku merenung tak mungkin aku sampai pada […]

Share

Para Pemerhati Sepakbola dari Indonesia Timur (Review Novel Jalan Lain ke Tulehu – Zen RS)

Judul               : Jalan Lain ke Tulehu: Sepakbola dan Kenangan yang mengejar Penulis             : Zen RS Penerbit           : Bentang Pustaka Cetakan           : I, Mei 2014 Jml hal             : viii+304 hal 19cm Sepakbola bukan sekadar olahraga. Bagi warga Tulehu, desa muslim di Maluku yang terkenal sebagai Kampung Sepakbola, kegiatan itu lebih bermakna dibandingkan shalat lima waktu. Terkadang […]

Share

Menapaki Bayang-Bayang Lalu (Review Novel (Bukan) Salah Waktu – Nastiti Denny)

Betapapun kencangnya kau berlari, kenangan akan selalu menghantui. Sekelibat potongan masa lalu yang belum tuntas direnungkan itu menolak untuk ditinggal  pergi. Mengikuti cepat, sesuai ritme langkah kaki tanpa memerlukanmu berhenti sejenak dan menengok ke belakang. Ia melekat pada setiap senti tubuhmu, mendominasi dan di saat lain terhapuskan cahaya. Kenangan itu hadir dalam bentuk bayang-bayang. Terus […]

Share

#bridgingcourse 04: Jeratan Konsepsi Nasionalisme Tak Beralasan

Poster Resmi Film Tanah Surga… Katanya Judul Film            : Tanah Surga… Katanya Penulis                : Danial Rifki Sutradara            : Herwin Novianto Produser             : Deddy Mizwar, Gatot Brajamusti, Bustal Nawawi Durasi                 : 90 menit Tahun Keluar       : 2012 “Pak, tanah kita tanah surga, ya?” “Maksudnya itu negeri kita subur, alamnya kaya raya.” “Tapi, mengapa ayah […]

Share

#bridgingcourse 04: Kritik Tak Melulu Bersifat Eksplisit

Judul               : Penembak Misterius Penulis             : Seno Gumira Ajidarma Cetakan           : IV, 2007 Penerbit           : Galangpress Tebal               : VIII+214 Pada masa pemerintahan Orde Baru, banyak terjadi penolakan terhadap pemerintah. Yang melawan tak hanya demonstran, namun juga sastrawan. Seno Gumira Ajidarma adalah seorang di antaranya. Ia melawan melalui kumpulan karya sastra. Saat Soeharto menjabat menjadi presiden […]

Share