#16 – Menulis dan menulis lagi

Hari ini saya dan tim magang Liputan6.com mampir ke Pasar Glodok, Pancoran. Agenda kami hari ini adalah membuat satu kompilasi feature antara video, foto, dan tulisan tentang Pangkas Rambut Ko Tang yang dulu sempat dikunjungi Jokowi beberapa kali.

Sejak orang-orang dengar saya dari Liputan6.com, semua langsung menolak diwawancarai. Katanya, sudah tidak ada lagi yang bisa diceritakan tentang tempat ini karena tukang cukurnya tinggal satu. Akibatnya saya dan teman-teman sekelompok jadi harus pakai teknik snowball dalam menggali informasi—mampir ke luar dulu dan tanya-tanya ke tetangga baru kemudian datang lagi ke dalam dengan modal lebih matang. Dan akhirnya berhasil juga.

 

Saya dan duo gondes Persma yang terlewat ceria seusai liputan

 

Saya jadi ingat semasa aktif di BPPM Balairung UGM dulu. Saya bisa menghubungi satu narasumber berhari-hari sampai yang bersangkutan setuju untuk diwawancarai. Dari pengejaran-pengejaran itu saya jadi belajar, kalau ternyata teknik mendekatkan diri paling efektif adalah dengan tidak langsung menyasar target utama. Kenali dulu, ajak ngobrol santai sambil alihkan pembicaraan, kemudian baru dihubungkan ke isu-isu terkait pemberitaan. Alhamdulillah selama ini orang-orang yang sebelumnya menolak untuk saya wawancarai akhirnya luluh juga.

Dari tengah hari hingga menjelang maghrib kami bertiga sibuk bikin konten. Tulisan tentunya ada di saya, dan terus terang saja diminta membuat laporan feature dalam waktu singkat untuk media yang karakternya tidak pernah saya perhatikan baik-baik sungguh sulit. Saya memang biasa menulis feature, tetapi sekali lagi, karangan khas semacam itu harus sangat identik dengan karakter media. Selama ini karakter penulisan feature saya ya karakter Balairung yang banyak mengacu pada Tempo, bukan Liputan 6. Banyak benar yang harus dipelajari sampai mengerti pakem-pakem penulisan tiap media.

Sekitar pukul setengah enam sore, semua konten selesai. Tiga halaman draft tulisan, empat foto, dan dua setengah menit konten video yang sudah diedit kasar. Setelah menggarap semua itu saya dan teman-teman langsung tepar—padahal baru jadi satu feature! 

Bayangkan jika kami adalah jurnalis tetap di Liputan6.com, yang kemarin katanya minimal mengunggah lima belas berita per hari. Pekerjaan ini memang tak kenal tenggat waktu.

Saya baru selesai menuliskan transkrip wawancara dan mau istirahat. Besok Hari Buruh, dan itu artinya kerja keras berkali-kali lipat dibandingkan yang sekarang ini. Doakan saja kami sukses.

Lintang Cahyaningsih

Share

Leave a Reply